Hello Guest! Welcome to our Website.
Don't be hesitated to contact us if you have something to say.

Kesehatan Sebagai Hak Asasi

| |
|


Tanggal 12 November ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hari Kesehatan Nasional. Peringatan ini menunjukkan bahwa kesehatan merupakan sesuatu yang penting. Pentingnya kesehatan juga ditunjukkan oleh deklarasi hak asasi manusia yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Tanggal 10 Novemver 1948 yang menyatakan bahwa: setiap orang berhak atas taraf kehidupan yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya sendiri dan keluarganya. Konvensi International tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Tahun 1966 juga mengakui hak setiap orang untuk menikmati standar tertinggi yang dapat dicapai dalam kesehatan fisik dan mentalnya. Sebagai hak asasi manusia, maka hak kesehatan adalah hak yang melekat pada seseorang karena kelahirannya sebagai manusia, bukan karena pemberian sesorang atau negara, karenanya tentu saja tidak dapat dicabut dan dilanggar oleh siapapun

Negara sebagai pengemban amanat untuk menyejahterakan masyarakat, dan bahwa sehat itu tidak hanya sekedar bebas dari penyakit tetapi adalah kondisi sejahtera dari badan, jiwa,dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup .produktif secara ekonomis, maka sesuai dengan norma HAM, negara berkewajiban untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak asasi kesehatan tersebut. Kewajiban menghormati itu seperti menciptakan persamaan akses pelayanan kesehatan, pencegahan dari tindakan-tindakan yang dapat menurunkan status kesehatan masyarakat, melakukakan langka-langkah legislasi yang dapat menjamin perlindungan kesehatan masyarakat, membuat kebijakan kesehatan, penyediaan anggaran yang memadai, penyediaan jasa-jasa pelayanan kesehatan yang yang layak dan memadai untuk seluruh masyarakat.

Hak atas kesehatan ini bermakna bahwa pemerintah harus menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap individu untuk hidup sehat, ini bukan berarti pemerintah harus menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang mahal dan di luar kesanggupaannya. Tetapi, lebih menuntut pada kewajiban membuat berbagai kebijakan yang mengarah pada tersedia dan terjangkaunya pelayanan kesehatan untuk semua. Pelayanan kesehatan ini meliputi akses terhadap jasa pelayanan kesehatan dan perawatan kesehatan yang penting untuk prakondisi kesehatan seperti akses terhadap air bersih, nutrisi, perumahan yang sehat, sanitasi, lingkungan dan tempat kerja yang sehat, pendidikan, informasi dan sebagainya.

. Walapun kesehatan merupakan hak asasi manusia, setelah lebih dari 60 tahun kita merdeka, dalam kenyataannya kesehatan boleh dikatakan belum pernah menjadi isu utama dalam politik kita, dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, Bangsa ,dan Negara.. Kesehatan masih dilihat dalam makna yang masih sempit. Padahal, sesungguhnya kesehatan itu merupakan bagian integral keseluruhan pembangunan kehidupan baik individu, keluarga, sosial dan budaya masyarakat. Kesehatan seharusnya menjadi pertimbangan penting dalam setiap kebijakan pembangunan, bukan sebagai tolok ukur marginal pembangunan suatu bangsa dan negara, karena kesehatan adalah Hak Asasi Manusia.

Dalam alokasi anggaran misalnya, kesehatan masih dianggap sebagai sektor pengeluaran, sehinga rata-rata alokasi anggaran APBD maupun APBN masih jauh dari yang diharapkan. Dari beberapa data yang didapatkan rata-rata alokasi anggaran untuk kesehatanm masih di bawah angka 5%, padahal menurut standard WHO minimal 5% dari total APBD/APBN, dan hasil kesepatakan para Bupati dan Walikota pada Tahun 2004 alokasi anggaran untuk kesehatan minimal 15%. Kesehatan juga seharusnya dianggap sebagai suatu inmvestasi, sesuatu yang akan sangat menguntungkan dimasa yang akan datang. Kita tentu tidak ingin melihat dan mewariskan anak- anak yang sakit, tidak produktif, yang akan menjadi beban keluarga ataupun negara nantiknya.

Paradigma pendekatan kesehatan oleh beberapa pihak juga masih dilihat dari konsep yang kurang tepat. Konsep sakit masih sering digunakan. Kalau jatuh sakit barulah berfikir dan berusaha untuk sehat. Banyak yang akan memberikan perhatian besar atau bahkan ribut apabila seorang pasien meninggal karena demam berdarah, melaria, diare, gizi buruk, atau pasien yang dianngap kurang mendapatkan pelayanan di Rumah Sakit. Sementara kita boleh dikatakan tidak punya perhatian yang cukup atau bersifat tidak peduli kenapa seseoorang bisa terjangkit diare, demam berdarah, malaria, mengalami gizi buruk dan sebagainya.

Ukuran pembangunan kesehatan atau pelayanan kesehatan oleh beberapa pihak atau stake holder juga masih dilihat dari megahnya rumah sakit, peralatan kesehatan yang canggih dan tentu saja mahal, jumlah kujungan rawat jalan di puskesmas ataupun di rumah sakit. Sementara posyandu yang merupakan unit terdepan pelayanan kesehatan masyarakat masih belum banyak mendapatkan perhatian.

Belum nampak dari perilaku atau pikiran dari sebagian besar kita bahwa prinsip dasar kesehatan itu sebenarnya mulai dari yang kecil dan sangat sederhana seperti; mencuci tangan (dengan sabun) sebelum makan, mau menyusui anak, habis buang air besar ( dengan mencuci tangan saja bisa mencegah lebih dari 40% penularan infeksi), menyikat gigi , menutup mulut waktu bersin, tidak meludah di sembarang tempat, buang air besar atau kecil ditempat yang sudah disediakan, tidak membuang sampah di sembarang tempat, air yang bersih, lingukungan yang sehat, tidak merokok di tempat-tempat umum, rumah yang bersih yang cukup cahaya masuk,ventilasi dan tidak berlantai tanah, tata kota yang teratur dengan taman-taman hijau, olah raga yang teratur, makanan yang halal, sehat dan bergizi, menjauhi narkoba, tidak berhubungan seks bukan dengan pasangannya, melakukan gotong royong untuk kebersihan lingkungannya, pemberantasan sarang nyamuk, imunisasi anak/bayi/Ibu hamil, menimbang anak/bayi di posyandu secara berkala, periksa ibu hamil di posyandu, bidan atau tenaga kesehatan lain secara berkala, melahirkan dengan pertolongan tenaga kesehatan, dan lain-lain. Namun kenyataanya apa yang kita lihat sehari-hari adalah hal-hal yang banyak berlawanan dengan apa yang dikemukan diatas. Jadi, bagaimana mungkin hak kesehatan ini bisa dipenuhi bila sebagian besar dari kita masih berperilaku tidak sehat?

Dalam upaya pemenuhan kesehatan sebagai hak asasi manusia, maka pemerintah yang mempunyai tugas dan kewenangan untuk menyejahterakan warga negaranya mempunyai kewajiban untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak tersebut. Aspek kesehatan harus dijadikan pertimbangan penting dalam setiap kebijakan pembangunan. Salah satu bentuk implementasinya adalah kewajiban pemerintah untuk menyediakan anggaran yang memadai untuk pembangunan kesehatan dan melibatkan masyarakat luas dalam pembangunan kesehatan.


0 comments:

Poskan Komentar